default logo

User

Mengapa harus membayar lisensi (izin penggunaan music)?

Lisensi adalah izin yang diberikan pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan atau memperbanyak ciptaannya atau produk hak terkaitnya dengan persyaratan tertentu.

Hak untuk mempertunjukkan atau memutar lagu di depan umum merupakan salah satu hak eksklusif dari Pencipta/Pemegang Hak Cipta maupun pemilik hak terkait. Anda perlu mendapatkan izin atau lisensi jika memainkan musik/lagu di depan umum kecuali musik/lagu tersebut sudah masuk ke dalam domain publik atau penggunaannya memenuhi syarat pemakaian yang wajar (Fair Use).

Kegiatan memperdengarkan lagu termasuk sebagai tindakan melakukan hak ekonomi yang dimiliki oleh pencipta atau pemilik hak terkait, yaitu termasuk dalam kategori “pertunjukan ” dan “pengumuman ”. Setiap orang atau badan yang melaksanakan hak ekonomi wajib mendapatkan izin dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta maupun pemilik hak terkait.

Hukum Hak Cipta Indonesia juga telah mengatur mengenai Lembaga Manajeman Koletif (“LMK”). Lembaga Manajemen Kolektif yang ada di Indonesia :

LMK HAK CIPTA  : YKCI – WAMI – RAI

LMK HAK TERKAIT  PERFORMERS : SELMI PERFORMERS – PAPPRI – ARDI – SMI

LMK HAK TERKAIT  PRODUSER       : SELMI – ARMINDO

Pasal 87 UUHC 2014 mengatur sebagai berikut:

(1) Untuk mendapatkan hak ekonomi setiap Pencipta, Pemegang Hak Cipta, pemilik Hak Terkait menjadi anggota Lembaga Manajemen Kolektif agar dapat menarik imbalan yang wajar dari pengguna yang memanfaatkan Hak Cipta dan Hak Terkait dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial.

(2) Pengguna Hak Cipta dan Hak Terkait yang memanfaatkan Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) membayar Royalti kepada Pencipta, Pemegang Hak Cipta, atau pemilik Hak Terkait, melalui Lembaga Manajemen Kolektif.

(3) Pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (1) membuat perjanjian dengan Lembaga Manajemen Kolektif yang berisi kewajiban untuk membayar Royalti atas Hak Cipta dan Hak Terkait yang digunakan.